BAB II : SKALA PENGUKURAN



A.        Pengertian Skala Pengukuran


Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Sebagai contoh, misalnya timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur berat emas, dibuat dengan skala mg dan akan menghasilkan data kuantitatif berat emas dalam satuan mg. Meteran sebagai instrumen untuk mengukur panjang dibuat dengan skala mm, dan akan menghasilkan data kuantutatif panjang dengan satuan mm.


B.         Empat tipe pokok dari skala sikap,diantaranya:


             1.Skala Likert

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi dari individu atau kelompok tentang fenomena sosial. awaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain:

*Sistem penilaian dalam skala Likert adalah sebagai berikut: 
Item Favorable: sangat setuju/baik (5), setuju/baik (4), ragu-ragu (3), tidak setuju/baik (2), sangat tidak setuju/baik (1) 
Item Unfavorable: sangat setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), ragu-ragu (3), tidak setuju/ baik (4), sangat tidak setuju/ baik (5). 


*Insrtumen penelitian yang menggunakan Skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. 

Contoh Bentuk Cheklist 
Berilah jawaban atas pertanyaan berikut sesuai dengan pendapat Anda dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.

No.
Pertanyaan
Jawaban
SS
ST
RG
TS
STS
1.


2.
Prosedur kerja yang baru itu akan segera diterapkan di lembaga anda
.............................................




  Sumber : Sugiyono, 2012,137          

Keterangan : SS = Sangat Setuju, ST = Setuju, RG = Ragu-ragu, TS = Tidak Setuju, STS = Sangat Tidak Setuju.

Contoh Soal Pilihan Ganda
 
Berilah salah satu jawaban terhadap pertanyaan berikut sesuai dengan pendapat anda, dengan cara memberi tanda lingkaran pada nomor jawaban yang tersedia. 


1.   Pelibatan masyarakat bukan hanya memotivasi, tetapi aktif dalam menghimpun dana, tenaga, dan materi guna menunjang mutu pendidikan.

a. Sangat Setuju,

b. Setuju,

c. Ragu-ragu,

d. Tidak Setuju,

e. Sangat Tidak setuju 



2.   Masyararakat melakukan fungsi control dalam pelaksanaan pendidikan.

a. Sangat Setuju,

b. Setuju,

c. Ragu-ragu,

d. Tidak Setuju,

e. Sangat Tidak setuju 
   

3.   Masyarakat bersifat proaktif dalam mengembangkan pendidikan.

a. Sangat Setuju,

b. Setuju,

c. Ragu-ragu,

d. Tidak Setuju,

e. Sangat Tidak setuju



Dengan bentuk pilihan ganda itu, maka jawaban dapat diletakkan pada tempat yang berbeda- beda. Untuk jawaban diatas “Sangat Tidak Setuju” diletakkan pada jawaban nomor pertama. Untuk item selanjutnya jawaban “Sangat Tidak Setuju”dapat diletakkan pada jawaban nomor akhir.




2. Skala Guttman


      Dengan Skala pengukuran ini akan didapat jawaban yang tegas  yaitu : benar-salah, pernah-tidak pernah, ya-tidak. Skala ini dapat dibuat dengan bentuk centang maupun pilihan ganda. Perbedaan skala likert dengan skala guttman ialah kalau skala likert terdapat jarak (interval); 3, 4, 5, 6 atau 7 yaitu dari sangat benar (SB) sampai denagn Sangat Tidak Benar (STB), sedangkan dalam skala Guttman hanya ada dua interval, yaitu : Benar (B) dan Salah (S).

Contoh :

-         *Yakin atau tidakkah anda,Jokowi dapat mengatasi permasalahan Jakarta? 

a.      A.Yakin

b.      B.Tidak

-        *Apakah komentar saudara, jika Presiden Indonesia 2014 adalah pemuda pemudi Indonesia ? 

a.       A.Setuju

b.      B.Tidak Setuju

-  

Skala Guttman disamping dapat dibuat bentuk pilihan ganda dan juga bisa dibuat dalam bentuk checklist. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0). Misalnya : untuk jawaban benar (1) dan salah (0). Analisis dilakukan seperti pada skala Likert.

Contoh :

-        Saudara punya orang tua ? 

a. Ya

b. Tidak

-        Saudara sudah menikah ? 

a. Sudah

b. Belum

-        Anda punya Kartu Pokok Wajib Pajak ?

   a. Punya

   b. Tidak


 3. Skala perbedaan Semantik (Semantic Defential) 
Skala pengukuran yang berbentuk semantic defferensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban “sangat positifnya” terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/ karakteristik tertentu yang dipunyai seseorang.


Contoh :
Mohon diberi nilai gaya kepemimpinan Rektor Universitas Negeri Jakarta

Bersahabat    5         4          3         2         1         Tidak Bersahabat
Tepat janji       5         4         3         2          1         Lupa Janji
Bersaudara     5         4         3         2          1         Memusuhi
Mmpercayai    5         4         3         2          1         Mendominasi 
Responden dapat memberi jawaban, pada rentang jawaban yang positif samapai dengan negatif. Hal ini tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden yang memberi penilaian dengan angka 5, berarti persepsi responden terhadap Kepala Sekolah itu sangat positif, sedangkan bila memberi jawaban pada angka 3, berarti netral, dan bila memberi jawaban pada angka 1, maka persepsi responden terhadap kepala Sekolah sangat negatif.

 4. Skala Thurstone (Method of Equal Appearing Intervals
Skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan bila disusun, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama.
 
Misalnya,              
1 2  3  4  5  6  7  8  9 10  11   
Nilai pada angka 1 pada skala diatas menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 9 menyatakan sangat relevan. (Dahlia : 2011)
Contoh lain, saya baru akan memulai aktifitas ketika waktu mendesak
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
Peneliti memberikan instruksi terlebih dahulu ke responden bahwa semakin menjurus kehuruf A maka jawabannya akan semakin positif dan semakin ke hruf K jawabannya semakin negatif (Samian : 2008).
5. Rating Scale 
 Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif  yang telah disediakan. Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternatif jawaban yang dipilih responden. Misalnya responden memilih jawaban angka 2, tetapi angka 2 oleh orang tertentu belum tentu sama dengan angka 2 bagi orang lain yang juga memiliki jawaban angka 2.
Contoh:
Seberapa baik ruang kelas di sekolah C?
Berilah jawaban dengan angka:
4        Bila tata ruang itu sangat baik
3    Bila tata ruang itu cukup baik
2    Bila tata ruang itu kurang baik
1        Bila tata ruang itu sangat tidak baik
Jawablah dengan melingkari nomor jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No.
Item
Pernyataan tentang tata ruang kelas
Interval jawaban
1.

2.
3.
Penataan meja murid dan guru sehingga komunikasi lancar
Pencahayaan alam tiap ruang
Kebersihan ruangan
4     3     2     1

4     3     2     1
4     3     2     1



 Referensi:
1.  http://zenmasyafta.blogspot.com/2013/04/skala-pengukuran-dalam-penelitian.html
2. http://lathifatuss.blogspot.com/2013/05/skala-pengukuran-dalam-penelitian.html
3. http://kaptenunismuh.blogspot.com/2013/01/skala-pengukuran.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB VI Pengukuran Penyimpangan (Range-Deviasi-Varian)

BAB XI Populasi dan Sampel