BAB I : PENDAHULUAN
A. Pengertian Dasar Statistika dan Statistik
Secara umum statistik adalah rekapitulasi data dari fakta yang berbentuk angka-angka disusun dalam bentuk tabel dan diagram yang mendeskripsikan masalah. Para ahli pun memiliki pandangannya masing-masing mengenai statistik,diantaranya:# ANDERSON and BANCROF
Statistik adalah ilmu dan seni pengembangan dan penerapan metode yang paling efektif untuk kemungkinan salah dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan menggunakan penalaran induktif berdasarkan matematika probabilitas
# UU RI No. 7 tahun 1960
Statistik adalah keterangan berupa angka-angka yang memberikan gambaran yang wajar dari seluruh ciri-ciri kegiatan dan keadaan masyarakat Indonesia.
# SUJANA
Statistik adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara – cara pengumpulan fakta, pengolahan serta penganalisaannya, pernarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta dan penganalisaan yang dilakukan
# SUDRAJAT
Statistik adaah suatu ilmu pengentahuan mengenai cara dan aturan dalam hal pengumpulan data, pengolahan, analisa, penarikan kesimpulan, penuajian dan publikasi dari data-dat yang berbentuk angka.
# MARGUERITTE F. HALL
Statistik adalah suatu tehnik yang digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan atau mengadakan penafsiran data yang berbentuk angka.
Statistik dapat dibedakan menjadi dua,yakni statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif ialah statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu statistik hasil penelitian,tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (generalisasi/inferensi). Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel,dan hasilnya akan digeneralisasikan untuk populasi tersebut dimana sampel diambil.
Statistik berbeda dengan statistika,berikut akan dijelaskan pengertian statistika.
Menurut Sudjana (2005) “statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisan serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan”.
Menurut Raysid dalam Somantri dan Muhidin (2006) “statistika adalah seperangkat metode yang membahas mengenai; cara mengumpulkan data yang memberikan informasi optimal, cara meringkas, mengolah dan menyajikan data, serta melakukan analisis terhadap sekumpulan data, sehingga dari analisis tersebut timbul strategi-strategi tertentu untuk mengambil kesimpulan dan saran keputusan yang sebaiknya diambil”.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.
B. Penyajian Data
1. Tabel
Penyajian data dengan menggunakan tabel merupakan
penyajian yang banyak digunakan,karena lebih efisien dan cukup komunikatif. Setiap
tabel berisi judul tabel,judul setiap kolom,nilai data dalam setiap kolom,dan sumber
perolehan data tersebut.
Contoh Tabel
2. Tabel distribusi frekuensi
Tabel distribusi frekuensi disusun bila jumlah
data yang disajikan cukup banyak,sehingga kalau disajikan dalam tabel biasa
menjadi tidak efisien dan kurang komunikatif.
3. Grafik
Sebagai contoh, berikut ini pada Tabel 1 disajikan
data nilai mahasiswa dalam mata kuliah statistika di suatu perguruan
tinggi di Banda Aceh. Pada Tabel 1 di bawah, terdapat 60 data nilai
mahasiswa. Ini tentu bukan jumlah yang terlalu banyak, karena
kadang-kadang data itu dapat berjumlah sampai ribuan bahkan jutaan.
Namun demikian, 60 buah data tersebut saja sudah dapat membuat kita
repot untuk melihatnya, apa lagi menilainya.
Misalnya saja, anda diberikan data sebagaimana yang
tertera pada Tabel 1 dan diminta untuk memberikan penilaian terhadap
kinerja mahasiswa tersebut. Apakah mahasiswa di kelas tersebut termasuk
mahasiswa yang pintar, sedang, atau kurang pintar dalam mata kuliah
statistika?. Tentu, kita akan merasa agak kesulitan untuk memberikan
penilaian, karena datanya banyak dan tidak tersusun.
Untuk membantu agar data ini bisa menjadi lebih
sederhana, maka kita bisa menyajikannya dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi.
Tabel 1. Data nilai mata kuliah statistika mahasiswa STIK Pante Kulu Banda Aceh tahun 2011
52
|
56
|
62
|
48
|
93
|
88
|
42
|
53
|
61
|
61
|
71
|
64
|
53
|
51
|
58
|
63
|
71
|
57
|
58
|
63
|
88
|
62
|
67
|
56
|
56
|
47
|
63
|
78
|
67
|
53
|
33
|
80
|
45
|
55
|
37
|
42
|
50
|
42
|
56
|
58
|
67
|
22
|
28
|
56
|
31
|
71
|
50
|
25
|
50
|
41
|
35
|
79
|
69
|
46
|
47
|
26
|
47
|
51
|
67
|
42
|
Langkah-langkah dalam membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:
1. Tentukan Rentang (R)
Rentang adalah selisih antara data terbesar dengan data terkecil. Untuk kasus ini, R = 93 – 22 = 71
2. Tentukan banyaknya Kelas Interval (KI)
Kelas Interval dapat ditentukan dengan aturan Sturges, yaitu
KI = 1 + 3,3 log n
Untuk kasus ini, n = 60, maka
KI = 1 + 3,3 x log 60 = 1 + 3,3 x 1,78 = 1 + 5,87 = 6,87 dibulatkan menjadi 7 kelas.
3. Tentukan Panjang Kelas Interval (PI)
Panjang Kelas Interval dapat ditentukan dengan cara membagi Rentang dengan Kelas Interval.
Untuk kasus ini, PI = R/KI = 71/7 = 10,14 dibulatkan menjadi 10.
4. Tentukan ujung bawah kelas pertama
Ujung bawah kelas pertama dapat ditentukan sbb:
a. ambil saja data yang paling kecil. Untuk kasus ini, 22
b. ambil data lebih kecil dari data terkecil,
tetapi tidak melampaui panjang kelas. Untuk kasus ini boleh 13, 14, 15,
16, 17, 18, 19, 20, atau 21. Untuk kasus ini, kita pilih 21.
5. Tentukan selisih ujung atas suatu kelas dengan ujung bawah kelas berikutnya (S)
S adalah satuan terkecil dari data. Bila data
ditulis tanpa desimal, maka S = 1, tetapi bila data ditulis dalam bentuk
desimal, misalnya 67,5 … 92,4 ,maka S = 0,1. Untuk kasus ini, S =1.
Berikut, Tabel Distribusi Frekuensi dari data pada Tabel 1. di atas.
Nilai Ujian
|
Frekuensi Absolut
|
Frekuensi relatif
|
21 – 30
|
4
|
(4/60 )x100 = 6,67
|
31 – 40
|
4
|
6,67
|
41 – 50
|
14
|
23,33
|
51 – 60
|
16
|
26,67
|
61 – 70
|
13
|
21,67
|
71 – 80
|
6
|
10,00
|
81 – 90
|
2
|
3,33
|
91 – 100
|
1
|
1,67
|
Jumlah
|
60
|
100
|
Catatan : Biasanya banyaknya kelas interval akan
bertambah satu. Dari hitungan langkah no. 2, KI = 7, tetapi
kenyataannya KI = 8. Ini tidak mengapa.
Sajian data pada tabel distribusi frekuensi ini
terlihat lebih ringkas dan lebih jelas. Dengan sangat cepat kita bisa
melihat bahwa sebagian besar mahasiswa ( 43 orang atau 71,67%) nilainya
berada pada rentang 41 – 70. Dengan demikian, mahasiswa kelas ini,
kinerjanya berada pada kategori sedang, tidak terlalu baik, tapi juga
tidak terlalu buruk.
Grafik merupakan
gambar-gambar yang menunjukkan data berupa angka secara visual (mungkin juga
dengan simbol-simbol) serta biasanya berasal dari tabeltabel yang telah dibuat
(Supranto, 2000).
Grafik
terdiri dari beberapa jenis,diantaranya:
a. Grafik
garis
Grafik garis adalah
yang paling tepat dari semua jenis grafik, terutama dalam melukiskan kecendrungan-kecendrungan
atau menghubungkan dua rangkaian kata.sejumlah variasi dan kombinasi dari grafik garis dapat dilukiskan,
termasuk bayangan permukaan grafik dari berbagai bentuk.
Contoh grafik
garis:

b. Grafik
batang
Grafik batang mungkin
yang paling sederhana daripada semua grafik, grafik
batang paling bermanfaat
bilamana sejumlah nilai yang akan di bandingkan relative sedikit, pada lazimnyagrafik
ini dibuat dengan menggunakan batang sebagai gambaran kelompok data secara
verticaldan horizontal.tinggi atau panjang batang melukiskan ukuran besarnya
presentase data yang diwakilinya.
Contoh grafik
batang :
4. Diagram Lingkaran (piechart)
Diagram lingkaran digunakan untuk
membandingkan data dari berbagai kelompok.

5. Pictogram (Grafik Gambar)
Grafik ini berupa gambar atau
lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.
REFERENSI
Makasih informasi nya Informa nya sangat bermanfaat
BalasHapusSama-sama Mas :)
Hapus